UpdateNews – Tindakan konstruktif tiba -tiba akan menjadi pusat warga di Palembang. Dia mengatakan dia sengaja membuat skenario untuk konten berbagi rendang 200kg terlihat mengesankan.

Peristiwa itu terjadi ketika Willie Salim mengadakan acara dapur besar di Bentang Cottu Bosk (BKB) di Palabang (18/3). Dia mengumumkan daging sapi rebus dan bermaksud membaginya secara gratis dengan masyarakat setempat.

Namun, suasana berubah ketika Willie Salim mengklaim bahwa 200kg Randang hilang dalam waktu singkat. Kisah itu kemudian menerima berbagai reaksi dari orang -orang ke pejabat pemerintah.

Willy Salim akhirnya membuka suaranya tentang insiden kehilangan Randang di Palmbang. Dia mengunggah film penjelasan dan juga meminta maaf kepada penduduk Palembang.

Dalam sebuah pernyataan, Willie mengklaim bahwa ia telah menerima banyak pernyataan negatif yang menyebabkan penduduk Palmebang. Dia merasa perlu untuk memperbaiki situasi sehingga atmosfer tidak akan lebih tidak jelas.

Willy menekankan bahwa hilangnya Randang tidak dapat disalahkan untuk masyarakat setempat. Dia juga menolak untuk percaya bahwa insiden itu adalah semacam konten yang direncanakan sebelumnya.

Willy meminta maaf atas kebisingan yang muncul karena insiden Randang. Dia berharap komunitas Palabang tidak akan merasa di sudut karena kejadian yang menurutnya dia lalai.

“Saya minta maaf kepada semua warga Palembang, yang terluka oleh alarm viral,” kata Willie Salim mengutip Brillio.net pada hari Minggu (3/23).

Selain itu, Willie telah lagi menjelaskan bahwa tidak ada pihak lain di acara tersebut yang harus disalahkan. Dia mengakui bahwa ini sepenuhnya bertanggung jawab untuk tidak mempersiapkan sebelum acara.

Willy juga membantah berita bahwa insiden itu frustrasi. Dia bahkan mengatakan dia senang karena dia bisa berbagi dengan orang -orang Palembang, bahkan jika ada peristiwa yang tidak diinginkan.

“Ini bukan kesalahan penduduk Palembang,” katanya. “Aku benar -benar salah karena aku tidak berolahraga.”

Willy mengakui bahwa ini adalah pengalaman pertamanya dalam mengadakan acara hebat di mana ribuan orang berpartisipasi. Dia mengatakan dia memiliki mimpi satu hari untuk dipecahkan dengan penduduk Palembang, bahkan jika kenyataan tidak diharapkan di bumi.

Baginya, antusiasme komunitas Palambang telah menjadi pelajaran yang berharga. Dia juga mencatat: “Ada sedikit perasaan kekecewaan, tetapi dia merasakan kebahagiaan karena peristiwa itu.”

“Maaf, saya mempersiapkan orang -orang ini untuk pertama kalinya. Saya pikir saya bisa mengumpulkan ribuan penduduk Palembang dengan terlalu banyak.

Willy juga menjelaskan bahwa acara itu hanya konten yang direkayasa. Dia mengklaim dia tidak pernah membayangkan bahwa hal -hal akan terjadi dan hanya karena perhitungan.

Dia menggambarkan insiden itu sebagai kecacatan untuk mempersiapkan acara tersebut. Karena itu, ia berharap orang -orang akan menyalahkan penduduk Palembang atas apa yang terjadi.

“Jujur, saya hanya terkejut melihat antusiasme warga yang tidak biasa. Ini adalah pelajaran bagi saya.

Pada akhirnya, Willy lagi maaf. Dia berharap insiden itu bisa menjadi latihan di masa depan.

“Saya minta maaf atas rata -rata,” katanya. Penanda koki asli.

Kasus 200kg Randangus juga mendapat perhatian koki Arnold Parnomo. Dia mengatakan tentang acara teknis dapur, yang katanya tidak mudah.

Di Twitter, koki Arnold mengatakan bahwa persiapan dan distribusi sejumlah besar makanan membutuhkan perencanaan yang cermat. Dia menunjuk masalah tim, waktu dan strategi departemen yang diatur agar tidak mengganggu.

“Koki itu tidak mudah dan mudah dilakukan dan sejauh mungkin, dan hanya pada waktunya, kita membutuhkan tim, perencanaan waktu, memasak, distribusi sehingga ini bukan pemberontakan,” tulis.

Koki Arnold juga mempertanyakan keputusan Willie untuk memasak untuk banyak orang dalam waktu singkat. Dia mengklaim bahwa dia kagum pada proses bahwa dia benar -benar realistis dan dianggap bahaya kekacauan.

Menurut Chef Arnold, penyelenggara acara semacam itu harus memikirkan dampak sosialnya, bukan hanya tentang konten viral. Dia menyesali bagaimana status Palembang digunakan untuk tujuan konten.

“Ya, periode iman yang sama untuk 200kg makanan daging, yang telah diterbitkan dalam 3 jam … bukan populasi warga yang buruk, kapan saja,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *