UpdateNews adalah salah satu minuman bergizi dengan protein kaya, kalsium dan berbagai vitamin yang penting bagi tubuh. Orang menggunakan minuman ini sebelum beberapa tahun yang lalu dan bagian integral dari diet sehat dalam budaya yang berbeda. Sebagai pengembangan industri makanan, susu sekarang tersedia dalam berbagai bentuk kemasan, dari kotak kardus hingga botol plastik atau kaca. Namun, apakah Anda pernah memperhatikan bahwa susu jarang dikemas ke dalam botol transparan?
Saat Anda membeli susu dari supermarket, sebagian besar produk yang tersedia dikemas dalam kemasan kabur seperti kardus atau botol plastik putih. Ini berbeda dari minuman lain, seperti jus atau air mineral, yang menggunakan botol yang lebih sering transparan. Jika Anda pernah bertanya -tanya mengapa susu dikemas seperti itu, jawabannya bukan hanya masalah estetika atau praktik industri, tetapi ada alasan ilmiah di baliknya.
Kemasan susu secara khusus dirancang untuk mempertahankan konsentrasi kualitas dan nutrisi agar secara optimal tetap berada di tangan konsumen. Mesin seperti cahaya, suhu dan oksigen dapat mempengaruhi kandungan diet susu sehingga pilihan jenis pengemasan telah menjadi sangat penting. Berikutnya adalah gambaran lengkap mengapa susu lebih baik dikemas dalam wadah buram dari transparan. Pengaruh cahaya pada kandungan susu bergizi
Salah satu alasan terpenting mengapa susu tidak dikemas dalam botol transparan, terutama Ultraviolet Air (UV) di supermarket, dapat merusak kandungan nutrisi. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Milky Science, paparan cahaya dapat menyebabkan vitamin B2 (riboflavin) dan kerusakan vitamin. Kedua vitamin ini sangat penting bagi tubuh, tetapi sangat rentan terhadap paparan UV.
Vitamin B2 penting dalam produksi energi dan metabolisme seluler, sementara vitamin penting untuk sistem kesehatan dan kekebalan mata. Jika susu ramai dalam botol transparan, paparan cahaya dapat menyebabkan pengurangan konsentrasi vitamin vitamin hingga 20-50% dalam beberapa jam. Oleh karena itu, industri susu menggunakan kemasan yang tidak jelas untuk melindungi nutrisi penting ini sampai konsumen mengkonsumsi. Reaksi oksidasi yang merusak kualitas susu
Selain pembusukan vitamin ringan, susu juga mengalami oksidasi jika terpapar sinar matahari datar. Proses oksidasi ini dapat menyebabkan perubahan susu dan aroma. Studi majalah internasional Mlelering menunjukkan bahwa paparan cahaya susu dapat menghasilkan senyawa yang menyebabkan bau yang parah dan tidak menyenangkan. Ini terjadi karena lemak cincang bereaksi dengan oksigen, membentuk senyawa yang merusak rasa susu alami.
Semprotan atau kemasan yang gelap dan gelap membantu mencegah oksidasi dengan membatasi jumlah cahaya yang masuk ke dalam susu. Oleh karena itu, susu segar biasanya dikemas dalam botol plastik putih atau kotak kardus aluminium yang bertindak sebagai hambatan cahaya dan oksigen. Lindungi dari Perubahan Suhu
Selain cahaya dan oksigen, suhu juga berperan dalam mempertahankan kualitas susu. Kemasan samar yang digunakan dalam susu tidak hanya mencegah cahaya dari paparan, tetapi juga membantu mengurangi efek perubahan suhu ekstrem. Susu, yang terpapar suhu tinggi, mengalami pertumbuhan bakteri dan gangguan kualitas, sehingga pilihan kemasan yang akurat sangat penting untuk menjaga kesegaran.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Association of Sciences on Milky Science, susu yang terletak di kemasan transparan meningkat pada suhu dibandingkan dengan pengemasan susu atau botol buram. Ini memiliki potensi untuk mengurangi durasi susu dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri. Paket alternatif yang lebih ramah lingkungan
Ketika dampak pada lingkungan plastik meningkat, beberapa produsen mulai mencari kemasan alternatif yang lebih dapat diterima secara lebih lingkungan, seperti botol kaca atau kemasan di atas kertas. Meskipun gelasnya lebih ramah lingkungan, paket kaca transparan masih merupakan tantangan untuk perlindungan susu dari cahaya. Oleh karena itu, beberapa botol susu biasanya digunakan oleh lapisan pelindung atau ditandai setebal untuk mengurangi paparan cahaya.
Selain itu, beberapa produsen telah mulai menggunakan teknik pengemasan inovatif, seperti kemasan bioplastik dengan sifat pelindung yang sama dengan plastik buram biasa, tetapi lebih mudah untuk diturunkan secara alami. Studi baru -baru ini tentang kemasan kemasan menunjukkan bahwa kemasan bioplastik dapat memberikan perlindungan susu yang optimal selama pengurangan efek limbah plastik terhadap lingkungan. Paket susu di berbagai negara
Sangat menarik bahwa kemasan susu juga bervariasi dari berbagai negara hingga adat dan inovasi setempat. Di beberapa negara Eropa, seperti Jerman dan Belanda, susu segar sering dikemas ke dalam botol kaca hijau atau coklat untuk mengurangi paparan cahaya. Pada saat yang sama, di Jepang ada beberapa produk susu dalam kemasan aluminium, yang lebih efisien dalam mempertahankan suhu dingin yang lebih lama.
Di India, susu segar biasanya dijual dalam kantong plastik yang lebih tidak jelas yang lebih ekonomis dibandingkan dengan kardus atau botol. Meskipun tasnya tidak sekuat botol plastik, itu masih memberikan perlindungan dan lebih mudah untuk didaur ulang. Inovasi ini menunjukkan bahwa setiap negara memiliki solusi pengemasan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan setiap konsumsi.