Dewi Persisik, pagar, yang dikenal karena kepeduliannya terhadap masyarakat, baru -baru ini menciptakan pemberontakan publik dengan tindakan sosialnya. Dia membagikan tunjangan liburan (THR) dari Rp10.000 dan 5 kg beras menjadi sekitar 5.000 tetangga di Jember, Java East. Gerakan ini segera menyebabkan berbagai reaksi terhadap media sosial, terutama kritik terhadap warga yang menganggap bahwa jumlahnya sangat kecil untuk seniman terkenal seperti dia.
Dalam siaran langsung di Tiktok dan Instagram, Dewi menjelaskan bahwa meskipun jumlah yang didistribusikan tidak dinaikkan, ia bermaksud membantu penduduk, terutama mereka yang kurang mampu.
“Kemudian, jika kami menawarkan ribuan RP50, beras tidak cukup, uang saya tidak seperti Anda. 5.000 orang ini cukup untuk bertemu, sehingga mereka dapat masuk karena mereka dapat didistribusikan secara merata,” kata Dewi Persisik.
David juga menekankan bahwa banyak rumah di PEMPS yang jauh masih sederhana, terbuat dari bambu, bukan dinding. Menurutnya, bantuan ini sangat penting bagi mereka.
Dia menjelaskan: “Karena di daerah Jember, terutama di daerah yang jauh, dinding yang membawa dinding jarang menggunakan anak -anak, sebagian besar rumah menggunakan bambu. Jadi ada 5 kg beras, dan 10.000 RP sekarang sangat berterima kasih.”
Berbagi Dewi Persic sebenarnya adalah perhatian yang kuat di jejaring sosial. Banyak warga negara percaya bahwa nama yang diberikan kepada seniman superior karena ia sangat kecil.
Namun, Dewi Persisik tetap kuat dengan persatuannya dan mencoba menjelaskan tujuan kebaikannya. Dia menganggap bahwa niat baiknya tidak perlu mengukur standar orang lain.
Beberapa warga negara bahkan membela Dewi, bahkan dengan desakan bahwa niat baiknya harus diamati. Seorang warga negara menulis di kolom komentar: “Poin penting adalah bahwa tujuannya adalah, bukan jumlahnya.” Menurut mereka, tindakan Dewi Persis harus dihargai karena dia mencoba membantu tetangga di kota kelahirannya.
Di sisi lain, ada orang -orang yang bertanya mengapa seniman seperti Dewi hanya menawarkan bantuan yang paling tidak dianggap. Namun, Dewi mencoba menjelaskan bahwa dia ingin membantu lebih banyak, tidak hanya beberapa orang dengan lebih banyak uang.
Dewi Persis juga menjelaskan status penduduk di Jemble, terutama di daerah yang jauh. Dia menekankan bahwa banyak dari mereka hidup dalam kondisi yang sangat sederhana.
“Mereka sangat berterima kasih, meskipun mereka hanya menerima 5 kg beras dan ribuan ribu RP10,” katanya. Ini menunjukkan bahwa Dewi menjadi perhatian besar tentang kondisi sosial komunitas sekitarnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa di daerah itu, banyak rumah bambu masih dibangun, bukan di dinding. Kondisi ini diharapkan berkontribusi untuk mengurangi tugas kehidupan warga yang kurang beruntung.
“Saya hanya ingin berbagi dan saya berharap dapat membantu mereka, meskipun tidak terlalu banyak,” katanya.
Dengan penjelasan ini, Davy berharap bahwa orang dapat memahami tujuan baik mereka dan tidak hanya melihat istilah nominal. Dia ingin menunjukkan bahwa tindakan sosial tidak selalu diperlukan dalam jumlah besar, tetapi yang paling penting adalah bahwa itu disengaja.
Reaksi warga juga berbeda setelah deskripsi yang ditawarkan oleh Dewi Persis. Banyak mendukung tindakan Dewi dan percaya itu adalah contoh wajah yang baik yang penting bagi masyarakat. Seorang warga negara menulis: “Davi mencoba membantu, kita harus menghargainya.”
Di sisi lain, ada orang -orang yang masih mengkritik, tetapi Dewi tidak takut. Masih percaya bahwa itu tidak boleh diukur dengan kriteria orang lain. “Aku melakukan ini dari hatiku dan kamu tidak harus menyetujui orang lain,” katanya.
Dewi Persisik optimis dan dipekerjakan untuk membantu masyarakat. Dia percaya bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan akan dengan tulus memiliki efek positif pada orang lain.